Rabu, 24 Desember 2014

Senyum itu Warisan Rosulullah
 Sungguh menjadi teladan yang baik. Apabila kita senantiasa tersenyum dengan diselingi tawa ringan selayaknya yang sering dilakukan oleh panutan kita Nabi Muhammad SAW. Sudah tergambar jelas Rasulullah menganjurkan kita tersenyum, ketika beliau senantiasa memotivasi seorang muslim untuk menemui saudaranya dengan wajah yang ceria. Hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah SAW yaitu, “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah ceria”.(HR. Muslim)
Selain memberi sejuta kebaikan pada tubuh, dalam ajaran Islam sendiri mengatakan senyum itu suatu sedekah. Rasulullah adalah orang yang paling banyak tersenyum dan tertawa di hadapan para sahabat beliau. “Bahwa Rasulullah adalah orang yang paling indah tertawanya.” (HR. Ahmad). Bahkan beliau bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Senyum mampu menjadi penawar pada penyakit rohani yang kronik. Senyum tidak perlu modal, hanya sekelumit rasa ikhlas yang bisa memaniskan senyuman itu. Senyuman yang dilemparkan mampu menyerikan hari insan lain. Mungkin juga mampu menyejukkan hati yang sedang marah atau mampu juga untuk memulai sebuah ikatan.[7]
Begitu banyak manfaat yang kita peroleh hanya dengan tersenyum. Asalkan senyum itu tulus. Senyum tidak saja menenangkan pikiran kita, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Senyum membantu memperkukuh tali silaturrahmi dengan menciptakan kelembutan dan kehangatan. Seperti yang telah ada dalam Kalamullah berikut, ”Sekiranya kamu bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauhkan diri dari kamu.”( Ali Imran : 159)[8]
Allah dan Rasul-Nya tak mungkin begitu saja menganjurkan kita untuk tersenyum, tanpa sejuta pengaruh baik di baliknya. Segala hal yang telah tercantum dalam Alqur’an dan As-sunnah tak perlu diragukan lagi kebenarannya. Karena Allah dan Rasul-Nyalah sumber utamanya. Dengan senyum, penyakit jasmani dan rohani dapat hilang selama-lamanya. So,Tersenyumlah! ^.^

2 komentar: