Selasa, 30 Desember 2014

kejahatan + kebaikan = keindahan



Hai sobat, selamat sore. Semoga kalian dalam keadaan sehat. Alhamdulilah aku masih diberikan umur panjang sehingga masih bisa berbagi cerita dengan kalian semua.
                Hari ini aku mau berbagi masa kalian semua mengenai “ cara tebaik untuk menghukum orang yang berbuat salah/jahat kepada kita, adalah dengan berbuat baik dan bijak selalu padanya”.
Berikut pembahasannya sekali gus solusi dan ceritanya:
Sabar Dan Selalu Berbuat Baik
Islam adalah agama yang damai dan penuh keindahan. Islam mengajarkan umatnya agar terus menerus berbuat kebaikan kepada sesama manusia tanpa mempedulikan asal usul, status sosial, agama, jenis kelamin, dsb. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an,“Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang yang bepergian) dan hamba sahayamu (pembantu).” (QS. An-Nisa [4]: 36).
Ayat ini mengajarkan untuk selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang faktor-faktor darimana orang itu berasal, seberapa kaya orang tersebut, apa jenis kelamin orang yang bersangkutan, dsb. Hal yang lumrah ada kalanya dalam hidup ini kita menemui tantangan luar biasa yang tak diinginkan, seperti dibenci banyak orang atas niat tulus dan perbuatan baik yang kita lakukan atau mungkin “ditusuk” dari belakang oleh teman-teman maupun keluarga dekat kita sendiri. Ironis bukan?
Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, mungkin saja ada teman sekelas yang tidak suka dan berusaha menjatuhkan kita dengan berbagai cara, termasuk mungkin memfitnah atau menyebar isu yang tidak benar. Bagi seorang karyawan, mungkin saja sesama teman di kantor saling berusaha menjatuhkan dan dibuat agar nama kita jelek di depan bos dan tidak jadi dipromosikan. Bagi seorang pebisnis, mungkin saja pesaing kita melakukan cara-cara yang kotor dan bisnis yang tidak beretika. Setiap orang, tidak peduli apa profesi dan pekerjaannya, pasti akan menemu hal-hal seperti itu. Hidup itu keras bung! :)
Saran saya kepada orang-orang seperti ini: jangan dibalas perbuatan jahat mereka! Karena kalau kita balas, ya berarti kita sama saja dengan mereka. Sama-sama sakit!! hehe… Tapi balaslah segala kejahatan yang orang lain lakukan kepada kita dengan kebaikan. Allah Swt telah mengajarkan di dalam Al-Qur’an, “Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yg lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 96).
Hadapi saja semua tantangan dan masalah yang kita hadapi dalam hidup ini dengan penuh syukur. Karena memang begitulah kehidupan berjalan. Terkadang berada di atas dan di lain waktu berada di bawah. Terkadang, perbuatan baik yang kita lakukan malah dibalas dengan kejahatan oleh orang lain. Oleh karenanya, manakala kita melakukan sesuatu, jangan pernah berharap bahwa kita akan memperoleh sambutan hangat atau balasan yang serupa dari orang yang bersangkutan. Karena jika itu yg terjadi, bersiap-siaplah kita merasakan kekecewaan yang dalam.
Watak manusia sungguh beragam dan tak mesti sehaluan dengan apa yang kita inginkan. Pastinya kita menginginkan setiap orang berbuat baik kepada kita kan? Sayangnya dunia tidak selebar daun kelor (ga nyambung). Semua sikap yang tidak mengenakkan dari manusia, baik ataupun buruk, terimalah dengan penuh kesabaran. Bilamana kita mengindahkan ajaran Islam, balaslah dengan yg terbaik. Namun, bilamana membalas keburukan itu dengan kebaikan masih sulit dan berat, biarkan saja mereka. Jangan sekalipun kita terprovokasi. Inget selalu pepatah ini: “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.”
Contoh nyata dari kesabaran menghadapi orang lain adalah apa yg ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dalam dakwah beliau kepada kafir Quraisy di Makkah. Nabi Muhammad yang diutus oleh Allah SWT untuk menyucikan jiwa-jiwa kotor, hati kusam, dan mengajarkan akhlak karimah bukannya disambut dengan baik. Tapi malah dicemooh, dihina, difitnah, dan dihujat. Tidak jarang, bahkan beliau dilempari tulang belulang, kotoran unta dan diludahi ketika beribadah di Ka’bah. Namun, apakah beliau membalas semua tindakan keji itu dgn tindakan yang sama? Ternyata tidak!
Dalam peristiwa Thaif, ketika Rasulullah SAW datang bersama para sahabat mencari perlindungan, beliau malah dilempari batu hingga berdarah. Dalam kondisi yang demikian, ternyata bukan kemarahan dan dendam yang ditunjukkan Rasulullah saw. Beliau malah mendoakan orang-orang yg melemparinya agar segera mendapat hidayah dari Allah SWT. Padahal, para malaikat yg diutus oleh Allah SWT telah menawarkan kepada beliau untuk menghukum mereka. Ibaratnya kalau Rasulullah bilang “iya” saja kepada malaikat, maka itu orang-orang yang berbuat jahat kepada Rasulullah akan langsung dijadiin tempe mendoan semuanya alias benyek.
Tapi Rasulullah SAW menolak tawaran tersebut, malah beliau berbuat kebaikan kepada orang-orang yg menzalimi tersebut dengan mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Terbukti, sebagian besar dari mereka memeluk agama Islam dan menjadi pembela Rasulullah paling depan di medan-medan perang. Subhanallah.. Inilah kehebatan dari seorang Nabi Muhammad saw yang membalas kejahatan dengan penuh kebaikan, dan akhirnya justru malah kemenangan yang didapat, yaitu orang-orang yang tadinya kafir dan memusuhi, malah berbalik memeluk agama Islam karena akhlak terpuji yang ditunjukkan oleh Rasulullah.
Tidak salah memang bahwa Nabi Muhammad saw adalah contoh manusia terbaik yang harus kita ikuti. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21).
Apa yang dilakukan Rasulullah saw membuat saya teringat dengan istilah yang sangat menarik, “you may lose the battle but you win the war”. Kata battle di sini diistilahkan sebagai perang kecil dan war adalah sebuah perang yang lebih besar. Inilah yang disebut mengalah untuk menang. Kita sering mengartikan bahwa yang namanya mengalah itu ya berarti kalah, padahal tidak demikian. Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan selanjutnya untuk menang.
Dalam cerita di atas tadi, Nabi Muhammad saw boleh saja kalah dalam battle (pertempuran kecil), namun beliau menang mutlak dalam war (perang yang lebih besar). Kekalahan battle Rasulullah adalah beliau dimaki-maki, dilempari batu bahkan diludahi setiap harinya. Tapi Rasululah menahan diri untuk tidak membalas karena beliau tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang harus dia perjuangkan, yaitu tugas utamanya berada di muka bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia dan menyiarkan syiar Islam seluas-luasnya sebagai agama yang rahmatan lil ‘aalamiin (rahmat bagi seluruh alam semesta).
Lalu akhirnya jelas sekali, kemenangan war Rasulullah adalah pada akhirnya orang-orang yang tadinya membenci dan memusuhi, bahkan ingin membunuh beliau, malah mengucapkan syahadat, memeluk agama Islam dan menjadi tameng-tameng hidup yang paling setia bagi Rasulullah saw dalam setiap perang. Inilah kemenangan besar Nabi Muhammad saw yang berhasil menjalankan misinya di muka bumi yang menyiarkan syiar Islam dan membuat para pembencinya memeluk agama Islam atas kesadaran sendiri dikarenakan perbuatan baik yang dicontohkan Rasulullah saw.

Senin, 29 Desember 2014

cinta menurut islam

  
                Hari ini aku tidak melanjutkan ceritaku yang kemarin bersambung, tapi aku mau memberikan sedikit pengetahuan kepada sahabat. Mengenai cinta menurut pandangan islam. Mari kita simak bersama.
                Pandangan Cinta Dalam Islam - Mencintai Karena Allah
Berikut adalah kumpulan Tweet tentang Pandangan Cinta Dalam Islam oleh Imints Fasta

  1.  Islam memandang cinta seperti iman. Karena mencintai adalah bagian dari sifat orang yg beriman.
  2. Karena Cinta adalah Iman maka harus diungkapkan dengan lisan, diyakini di hati dan dibuktikan dengan tindakan.
  3. Mengucapkan Cinta pada orang yg kita cintai itu sunnah, Karena Rosulullah menganjurkannya. Namun ada aturannya.
  4.  Pengucapan cinta ditujukan kepada yg sudah halal | kepada teman yg dikagumi kesolehannya | kepada orang tua. Tentunya cinta karena Allah.
  5. Islam sangat menjaga kesucian cinta shingga tidak ada pacaran sebelum menikah. Maka jangan kotori dirimu dengan cinta yg tak halal bagimu. 
  6. Tak perlu pacaran, jodoh sudah diatur, yg terpenting kita menata diri menjadi orang yg baik Insya Allah jodoh kita pun baik.
  7.  Cinta dalam islam berhulu iman, bermuara taqwa, yg mengalir ketulusan dan kejujuran. Yg berpegang pada kesetiaan dari sejuta pengorbanan. 
  8. Cinta bukan karena dorongan nafsu akan tetapi datangnya dari iman di dalam diri yg mengedepankan akhlak mulia dan ketaqwaan pada Allah. 
  9. Cinta atas dasar nafsu takkan mendatangkan kebahagiaan dan ketenteraman di jiwa, kecuali kesengsaraan dan kehinaan yg berkepanjangan.
  10.  Mencintai seseorang karena ketaqwaan kita pada Allah adalah sebenar-benarnya cinta. Disinilah letaknya kebahagiaan dalam cinta.

Minggu, 28 Desember 2014



Episode 2
Hari ini aku binggung mau cerita apa, banyak kerjaan dihari ini. Padahal sekarang hari minggu, harusnyakan libur. Tapi aku harus bangun pagi dan segera bergegas menuju kampus UAD tercinta. Harusnya datang jam 06.00 tapi aku tertidur lagi setelah sholat subuh jadi aku terlambat 1 jam ke kampus. Jam 07.00 baru datang, harus pasang muka tebal menghadap mas Agung selaku Pj absensi panitia. Acara yang diadakan IMM MIPA/JPMIPA yaitu PKM, aku termasuk panitia disitu.
Aku sempatkan untuk menulis ini ditengah berlangsungnya acara, melanjutkan ceritaku yang kemarin bersambung ya. Kemaren sampai aku bisa berjalan ya.
Ekonomi keluargaku yang sangat minim membuat ayah dan ibuku memutuskan untuk pergi transmigrasi. Daerah yang ayahku pilih yaitu Kalimantan Tengah. Daerah yang tak ingin dan tak pernah terpikirkan olehku untuk tinggal disana. Aku lupa nama desanya apa, ak hanya ingat iti diKalimantan Tengah, masih sangat terpencil.
Kita pindah kesana, waktu itu ayah dan ibuku baru punya anak 2, kakakku dan aku. Usiaku masih sangat kecil jadi aku belumtau apa-apa hanya mengikuti kemana orangtuaku membawaku pergi. Sementara kakakku sudah cukup mengerti akan keadaan itu.
Kita sampai disana, tinggal disebuah rumah yang sekarang ini ingin sakali aku lihat. Rumahnya sederhana terbuat dari kayu-kayu yang disusun rapih. Rumah itu sangat unuk menurutku, bagaimana tidak depan rumah tanah, tapi belakang rumah sungai. Lebih tapatnya bagian belakang rumahku. Jadi rumahku disana berdiri diantara tanah dan air.
Disana kami berusaha membaur dengan masyarakat sana, mengikuti aturan adat disana. Meski susah tapi tatap harus belajar, agar bisa bertahan disana. Hanya saja untuk bisa mengikuti bahasa sana itu sangat susah jadi aku memilih menggunakan bahasa indonesia untuk berkomunikasi sehari-hari dengan masyarakat sana.
Detik berganti menit, hari berganti minggu dan bulanpun berganti dengan tahun. Tak terasa kami telah tinggal disana cukup lama. Kurang lebihnya 1 tahun, kami hidup disana. Ayah mengais rezeki siang dan malam untuk mencukupi kehidupan kita. Tanpa kenal putus asa, tanpa menghiraukan teriknya mentari, derasnya hujan. Ayah tetap berjuang demi kami, anak-anaknya yang begitu beliyau cintai.
Ditahun ke2 kami hidup disana, ibu mengandung. Dan melahirkan seorang anak perempuan. Dia diberi nama Leni Gezi, lahir di tanah transmigrasi bertepatan di hari Kartini. Belumlama setelah kelhirannya kami sekeluarga memutuskan untuk berpindah lagi.
Bersambung,,,,,,,,,,,,,,
ini ceritaku hari ini, apa ceritamu,,,,

Jumat, 26 Desember 2014



Ceritaku baca yaaaa,, pasti seru dan mengharukan,,
Aku ga tau mau mulai dari mana, aku punya banyak sekali cerita tapi aku belum tahu bagai mana menuangkannya dalam sebuah cerita. Cerita-cerita itu hanya aku simpan dalam otakku, hingga mengental dan mengeras. Membuat otakku sulit mencerna palajaran yang seharusnya aku masukkan dalam otakku. Membuat bahuku terasa berat karna terlalu banyak cerita yang membuatku merasa semakin lemah. Kenangan-kenangan semasa kecilku, kehidupanku dan jalan hudup yang kulalui.
Aku mulai ceritaku, aku terlahir dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah desa kecil yang bernama Gombolharjo, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. “Udah tau pastinya bahasa yang saya gunakan bahasa apa?”  “Ya betul, bahasa ngapak”. Bahasa yang oleh orang-orang diluar Banyumas dianggap lucu, aneh, unik dan lainnyalah.
Kembali lagi ketopik, aku anak kedua dari lima bersaudara. Anak yang pertama bernama Eko Triono, usianya sekarang usah 27 tahun. Tapi belum kunjung menikah, dia masih menjadi mahasiswa s2. Dulu ayahku menginginkan seorang anak perempuan, setelah 7 tahun menuggu akhirnya Allah memberikan seorang anak perempuan itu. Anak perempuan itu adalah aku, yang diberi nama Feri Fitriani.
Aku terlahir prematur, dikandung selama 6 bulan 2 minggu. Berat badanku ketika baru lahir dibawah rata-rata bayi pada umumnya, tubuhku sangat kecil. Sampai-sampai ibu saja tak berani menggendongku, karna takut akan mematahkan tulangku yang sangat kecil dan rentan. Bukan hanya itu saja, karna kondisiku yang demikian membuat aku tak bisa meminum air susu ibu. Tenggorokanku bermasalah yang menyebabkan aku tidak bisa menyedot asi ibuku. Jadi aku tidak menyusu ke ibu sampai besar.
Yang ke 3 namanya Leni Gezi, yang ke 4 Hikmah Ali Amruloh dan yang terakhir Irvan Iakandar.
BERSAMBUNG,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Kamis, 25 Desember 2014



Assalamualaikum w. w          
Hai sahabat yang diMulyakan ALLAH,,, Saya akan bercerita sedikit kepada kalian mengenai air mata. Kenapa saya memilih membahas tentang air mata?, karna ada banyak rahasia dibalik air mata itu. Kita mulai pertanyaan pertama.
1.      Taukah kalian kenapa setiap bayi yang baru lahir kedunia ini menangis?

Jawabannya adalah tangisan bagaikan ”tali pusar”. Sebagaimana tali pusar memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan, tangisan juga adalah cara bayi mendapatkan kebutuhan emosi dan jasmani.

2.      Namun, mengapa saat beranjak dewasa kita masih menangis, padahal kita bisa berkomunikasi dengan cara-cara lain?

Air mata emosi keluar dari mata kita karena berbagai alasan. Kita mungkin menangis karena sedih, putus asa, atau menderita secara fisik atau mental. Namun, jika merasa sangat gembira, lega, dan bangga, kita juga bisa menitikkan air mata emosi ini—dalam hal ini, air mata bahagia. Air mata juga sifatnya menular. ”Apa pun alasannya orang menangis, jika kita melihat orang menangis pasti kita juga ikut menangis, seakan-akan kita ikut merasakan apa yang orang tersebut rasakan”.

3.      Air mata mengungkapkan banyak hal dalam waktu yang sangat singkat. Bukan hanya itu saja, air mata juga berguna bagikesehatan. Apa alasannya?

Jawabannya adalah ,,,,,
Menurut beberapa ahli, tangisan berguna untuk melepaskan berbagai emosi dan kebiasaan menahan tangis bisa merusak kesehatan. Yang lainnya membantah bahwa manfaatnya secara fisik dan mental belum terbukti secara ilmiah. Meski demikian, menurut beberapa survei, 85 persen wanita dan 73 persen pria merasa lebih baik setelah menangis. ”Kadang, saya tahu saya perlu menangis,” kata Noemí. ”Setelah menangis, saya merasa lebih lega dan melihat situasinya dengan lebih jelas dan dengan sudut pandang yang benar.”
      Pada intinya menangis mampu merubah tingkat emosi kita yang tadinya berada dipuncaknya, tapi setelah menangis emosi itu menurun, dan dapat berfikir jernih kembali. Aliran darah menjadi normal kembali.
      Sebenarnya masih banyak lagi manfaat air mata bagi tubuh kita, tapi jagan dibahas sekarang, mungkin besok atau lusa.

Saya akhiri, semoga bermanfaat buat kita semua.
Wassalamualaikum w. w

Rabu, 24 Desember 2014

Senyum itu Warisan Rosulullah
 Sungguh menjadi teladan yang baik. Apabila kita senantiasa tersenyum dengan diselingi tawa ringan selayaknya yang sering dilakukan oleh panutan kita Nabi Muhammad SAW. Sudah tergambar jelas Rasulullah menganjurkan kita tersenyum, ketika beliau senantiasa memotivasi seorang muslim untuk menemui saudaranya dengan wajah yang ceria. Hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah SAW yaitu, “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah ceria”.(HR. Muslim)
Selain memberi sejuta kebaikan pada tubuh, dalam ajaran Islam sendiri mengatakan senyum itu suatu sedekah. Rasulullah adalah orang yang paling banyak tersenyum dan tertawa di hadapan para sahabat beliau. “Bahwa Rasulullah adalah orang yang paling indah tertawanya.” (HR. Ahmad). Bahkan beliau bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Senyum mampu menjadi penawar pada penyakit rohani yang kronik. Senyum tidak perlu modal, hanya sekelumit rasa ikhlas yang bisa memaniskan senyuman itu. Senyuman yang dilemparkan mampu menyerikan hari insan lain. Mungkin juga mampu menyejukkan hati yang sedang marah atau mampu juga untuk memulai sebuah ikatan.[7]
Begitu banyak manfaat yang kita peroleh hanya dengan tersenyum. Asalkan senyum itu tulus. Senyum tidak saja menenangkan pikiran kita, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Senyum membantu memperkukuh tali silaturrahmi dengan menciptakan kelembutan dan kehangatan. Seperti yang telah ada dalam Kalamullah berikut, ”Sekiranya kamu bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauhkan diri dari kamu.”( Ali Imran : 159)[8]
Allah dan Rasul-Nya tak mungkin begitu saja menganjurkan kita untuk tersenyum, tanpa sejuta pengaruh baik di baliknya. Segala hal yang telah tercantum dalam Alqur’an dan As-sunnah tak perlu diragukan lagi kebenarannya. Karena Allah dan Rasul-Nyalah sumber utamanya. Dengan senyum, penyakit jasmani dan rohani dapat hilang selama-lamanya. So,Tersenyumlah! ^.^